Selamat leyeh-leyeh sehabis
makan siang,
Pertama, saya mau
menginformasikan bahwa insha Allah buku antologi cerita traveling yang saya
tulis bersama delapan belas perempuan akan terbit bulan depan. Semacam tak sabar
rasanya untuk datang ke toko buku, lalu melihatnya terpampang di rak. Kalau
sedang tak malas, saya akan rajin update infonya di sini.
Kedua, saya mau berbagi
beberapa cerita.
Tahun lalu, saya sempat
terpikir untuk hijrah dari Jakarta. Rencananya ingin di Bali. Duh, makin jauh
aja ya dari kota kelahiran saya, Pekanbaru? Saya udah sempat browsing di Bali
bagian mana saya akan tinggal, apa yang dapat saya lakukan di sana, dan
sebagainya. Sayang, rencana hanya tinggal rencana. Menjelang akhir 2013
kemarin, masih banyak urusan yang belum bisa saya selesaikan. Salah satunya
urusan studi.
Baiklah, mungkin belum
saatnya. Dan dari cerita beberapa teman yang sempat hijrah ke sana, yang
dikeluhkan itu adalah: teman. Ya, saya rasa saya akan sepakat untuk
urusan ini. Menemukan teman yang ce-es banget kayak teman-teman di Jakarta itu
kan ga gampang. Yang mendadak mengajak ke Bandung pukul dua belas malam. Yang
mau nemenin ke toko buku bau tahi kucing di salah satu pojok TIM. Atau sekadar
bolos ngantor lalu jalan-jalan keliling Jakarta. Siapa nanti yang akan menculik
saya saat kesepian? Kadang lucu juga, saat beberapa hari saya tak di Jakarta
kemudian teman-teman pada bertanya ”Kapan pulang?” Seolah Jakarta adalah
’rumah’ saya. XD
***
Banyak percakapan dan khayalan
berawal dari kedai kopi. Suatu sore, saya dan seorang teman ’iseng’ main ke
sebuah kedai kopi di daerah Setiabudi. Karena memang ingin bersantai, saya
berdiri di dekat sang barista yang sedang menyiapkan Papua Lembah Baliem
pesanan saya dengan syphon. Ternyata sang barista adalah mahasiswa yang bekerja
part time di kedai kopi itu. Sedikit tanya-tanya, saya jadi makin kepikiran
buat belajar menjadi barista.
Kertas bergambar acidity level
berbagai jenis kopi kemudian menjadi media corat-coret teman saya itu. Jadilah
kami bercakap-cakap soal hal-hal yang ingin kami lakukan di 2014. Saya masih
ingin belajar Bahasa Perancis (pelajaran yang saya menyesal telah
menyia-nyiakannya saat SMA dulu), sedang teman saya itu ingin belajar memanah.
Lucunya lagi, salah satu mimpi teman saya ini adalah: ketemu Junot! Dan kertas
corat-coret itu lupa dibawa pulang dan bila dibaca orang, pasti bakal bikin
ngikik. X))
Saya sendiri mungkin tidak
akan meneruskan agenda #1Month1Trip seperti tahun lalu karena... akan fokus
menabung untuk mengikuti beberapa race lari di luar kota. Yah gitu, di saat
teman-teman saya pada sibuk dengan program kehamilannya, saya masih terlihat
wara-wiri ikut kegiatan ini itu. Aku rapopo..
Oh iya ngomong-ngomong soal
kopi, jadi Malam Puisi Depok kemarin saya bertemu kembali dengan Daeng Khrisna.
Iseng saya membolak-balik buku puisi barunya, saya dapati beberapa judul
mengandung kata ”kopi”. Hm, penyair mana yang tak berkawan baik dengan kopi?
Bahkan Dee menamai antologi prosanya dengan ”Filosofi Kopi”. Baru-baru ini saya
juga kembali berfilosofi tentang kopi (walau saya bukan penyair). Dan
ternyata, orang-orang yang semeja dengan saya malam itu adalah.. seorang Miss
Coffee dan seorang lelaki yang juga mencintai kopi.
By the way, udahan dulu yang cerita ga jelasnya. Pak
bos udah nanyain kerjaan lagi. Bye!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar