18 Februari 2014

Rupa-rupa

Selamat leyeh-leyeh sehabis makan siang,

Pertama, saya mau menginformasikan bahwa insha Allah buku antologi cerita traveling yang saya tulis bersama delapan belas perempuan akan terbit bulan depan. Semacam tak sabar rasanya untuk datang ke toko buku, lalu melihatnya terpampang di rak. Kalau sedang tak malas, saya akan rajin update infonya di sini.

Kedua, saya mau berbagi beberapa cerita.

Tahun lalu, saya sempat terpikir untuk hijrah dari Jakarta. Rencananya ingin di Bali. Duh, makin jauh aja ya dari kota kelahiran saya, Pekanbaru? Saya udah sempat browsing di Bali bagian mana saya akan tinggal, apa yang dapat saya lakukan di sana, dan sebagainya. Sayang, rencana hanya tinggal rencana. Menjelang akhir 2013 kemarin, masih banyak urusan yang belum bisa saya selesaikan. Salah satunya urusan studi.

Baiklah, mungkin belum saatnya. Dan dari cerita beberapa teman yang sempat hijrah ke sana, yang dikeluhkan itu adalah: teman. Ya, saya rasa saya akan sepakat untuk urusan ini. Menemukan teman yang ce-es banget kayak teman-teman di Jakarta itu kan ga gampang. Yang mendadak mengajak ke Bandung pukul dua belas malam. Yang mau nemenin ke toko buku bau tahi kucing di salah satu pojok TIM. Atau sekadar bolos ngantor lalu jalan-jalan keliling Jakarta. Siapa nanti yang akan menculik saya saat kesepian? Kadang lucu juga, saat beberapa hari saya tak di Jakarta kemudian teman-teman pada bertanya ”Kapan pulang?” Seolah Jakarta adalah ’rumah’ saya. XD

***

Banyak percakapan dan khayalan berawal dari kedai kopi. Suatu sore, saya dan seorang teman ’iseng’ main ke sebuah kedai kopi di daerah Setiabudi. Karena memang ingin bersantai, saya berdiri di dekat sang barista yang sedang menyiapkan Papua Lembah Baliem pesanan saya dengan syphon. Ternyata sang barista adalah mahasiswa yang bekerja part time di kedai kopi itu. Sedikit tanya-tanya, saya jadi makin kepikiran buat belajar menjadi barista.

Kertas bergambar acidity level berbagai jenis kopi kemudian menjadi media corat-coret teman saya itu. Jadilah kami bercakap-cakap soal hal-hal yang ingin kami lakukan di 2014. Saya masih ingin belajar Bahasa Perancis (pelajaran yang saya menyesal telah menyia-nyiakannya saat SMA dulu), sedang teman saya itu ingin belajar memanah. Lucunya lagi, salah satu mimpi teman saya ini adalah: ketemu Junot! Dan kertas corat-coret itu lupa dibawa pulang dan bila dibaca orang, pasti bakal bikin ngikik. X))

Saya sendiri mungkin tidak akan meneruskan agenda #1Month1Trip seperti tahun lalu karena... akan fokus menabung untuk mengikuti beberapa race lari di luar kota. Yah gitu, di saat teman-teman saya pada sibuk dengan program kehamilannya, saya masih terlihat wara-wiri ikut kegiatan ini itu. Aku rapopo..

Oh iya ngomong-ngomong soal kopi, jadi Malam Puisi Depok kemarin saya bertemu kembali dengan Daeng Khrisna. Iseng saya membolak-balik buku puisi barunya, saya dapati beberapa judul mengandung kata ”kopi”. Hm, penyair mana yang tak berkawan baik dengan kopi? Bahkan Dee menamai antologi prosanya dengan ”Filosofi Kopi”. Baru-baru ini saya juga kembali berfilosofi tentang kopi (walau saya bukan penyair). Dan ternyata, orang-orang yang semeja dengan saya malam itu adalah.. seorang Miss Coffee dan seorang lelaki yang juga mencintai kopi.


By the way, udahan dulu yang cerita ga jelasnya. Pak bos udah nanyain kerjaan lagi. Bye!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar