20 Februari 2014

Filosofi Kopi - #1 Tentang Menikmati

Sumber: http://www.pinterest.com/pin/128985976801806054/

Seberapa sering kamu minum kopi?
Seberapa banyak uang yang kamu relakan untuk secangkir kopi?

Saya bukan peminum kopi yang mewajibkan diri harus minum kopi setiap hari. Saya meminum kopi saat saya benar-benar ingin menikmati kopi. Bahkan saat ke kedai kopipun, saya belum tentu memesan kopi, bila sedang tidak mood.

Hm, tentang menikmati.. bagi saya kopi itu serupa cinta. Ada yang bilang, yang enak itu yang 'hot and strong'. Saya ga bisa untuk ga setuju.

Lalu?

Saya penikmat kopi tanpa embel-embel. Maksudnya, acapkali saya minum kopi tanpa tambahan semacam gula atau krimer. Cukup bubuk kopi ditambah air. Begitupun soal cinta yang saya hayati; yang murni.

Kopi itu serupa cinta; yang nikmat dicicip saat melewati proses panjang dan waktu yang tidak sebentar.

Makin lama kopi di-roasting, makin pahit dan keluar gurihnya. Untuk menjaga cita rasa kopi, kamu mesti menyimpannya di dalam stoples dan hanya digiling saat ingin diseduh. Saat ingin diseduh, kamu pun mesti menunggu air mencapai temperatur tertentu.

Tahu 'kan, citarasanya jadi berbeda dengan kopi instan?
Aromanya jauh lebih nikmat dibanding diseduh dengan air dari dispenser?

Demikian pula cinta; tak bisa buru-buru. Makin lama 'dimatangkan', makin kamu sabar dan sadar.

Dapatkah kamu menikmati cinta yang 'instan'?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar