Tiada keriuhan, tiada pesta.
Saat mengetik postingan ini, saya sedang sendirian di kamar. Sesekali terdengar suara petasan yang entah siapa yang membunyikan. Dari kamar sebelah, terdengar suara tv sebuah acara komedi (yang entah kenapa tak pernah bisa memancing tawa saya) mendominasi. Dua handphone saya sunyi, sedang kepala saya yang hanya satu ini berisik bukan main.
Berapa banyak hal penting yang udah saya lakukan di 2013?
Bahkan saya lupa resolusi yang saya buat sebelum meninggalkan 2012. Yang saya ingat jelas, transisi waktu membawa saya kepada orang-orang dan momen-momen yang menambahkan pemahaman saya akan hidup. Keluarga-keluarga baru mengisi hari-hari saya. Momen-momen menyenangkan dan menyedihkan silih berganti.
Walau tak berjalan mulus, setidaknya agenda #1month1trip bisa dikatakan terlaksana dengan baik.
Awal Januari di Semeru.
Camping ceria di Papandayan di bulan Februari.
Maret di Sawarna.
Awal April ‘dirampok’ trip saat ke Ujung Genteng
Melihat prosesi Waisak di Borobudur di bulan Mei.
Juni mengikuti Halo Fit Run di Bandung.
Juli? Bulan puasa, cyinnn..
Pulang kampung ke Pekanbaru di bulan Agustus.
Mencoba tektok di Gunung Gede di bulan September.
Oktober menjejak di Merbabu.
Kasih pacar kejutan dengan mendadak nongol di Bromo di bulan November.
Awal Desember solo trip ke Belitung dan ditutup family trip ke Malang.
Walau saya si super pemalas ini sering absen kuliah, alhamdulillah nilai-nilai masih oke dan kini sedang ‘digantung’ partner tesis yang sulit dihubungi untuk mencocokkan tanggal sidang. Setidaknya kini saya tak perlu buru-buru cabut dari kantor buat lanjut kuliah, lalu buru-buru cabut dari kampus demi nongkrong sambil genjreng-genjreng gitar di Taman Suropati (atau kadang juga godain banci yang kebetulan sedang ngamen) hingga larut malam.
2013 memberi saya banyak. Banyak keputusan baik dan bodoh yang saya ambil. Banyak tangis dan tawa yang saya tunjukkan. Banyak ujian dan pembelajaran yang saya dapatkan. Banyak kegiatan yang saya lakukan dan tinggalkan.
Untuk mami & papi; terima kasih atas hati yang lapang untuk menerima kebodohan saya.
Untuk teteh & adek; mbak pengen akrab sama kalian. Jangan sungkan ajak mbak ngobrol, ya.
Untuk sahabat-sahabat; Unyu, Le Conte, Peri Kitiw, Serigala(u), Cruiser, Ryan, Yongky, Shidky, Ayas, dan yang tak disebutkan di sini - bagi saya kalian seperti saudara sedarah.
Untuk pacar; saya tidak tahu sampai kapan kita dapat bertahan. Saya harap semoga takdir yang ingin menyatukan kita, lebih keras dari keras kepala kita.
Untuk diri sendiri; bukalah pikiran. Teruslah belajar. Banyaklah bersyukur.
Happy new year, everyone!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar