9 Maret 2013

Cantik dan Seksi Itu...

Banyak yang bilang bahwa cantik itu "sakit".
Banyak yang bilang bahwa seksi itu "mengundang syahwat".

Saya tak banyak membaca majalah yang ditujukan khusus untuk perempuan. Dari yang pernah saya baca, ‘cantik' yang diaminkan oleh banyak perempuan adalah berkulit putih mulus, berhidung mancung, bertubuh langsing, dan banyak lagi. Dan karena itu, kebanyakan perempuan menghabiskan banyak waktu di depan cermin.

Bagi saya, itu tak salah. Perempuan memang baiknya bisa melakukan apa saja yang dapat menyenangkan hati mereka. Saya sendiri senang "melukis" wajah dengan kuas eyeliner dan lipstik warna merah menyala. Saya ingin terlihat cantik? Tidak. Tapi saya rasa, semua perempuan "butuh" untuk merasa cantik.

Kamu, perempuan, tak harus menjadi langsing untuk lelaki sebut "cantik". Cukup kamu menjaga apa yang telah Tuhan berikan. Nikmatnya sehat, suara yang lembut untuk bertutur kepada yang lebih tua ataupun suamimu, juga hati yang penuh kasih.

Klise memang, bila saya sebut cantik itu berasal dari hati. Tapi saya telah merasakan ketika saya berpikir saya cantik, saya terlihat cantik. Walau hidung saya tak mancung, tubuh saya tak tinggi, kulit saya tak putih, dan sebagainya. Bila kamu, perempuan, terus mengaminkan apa yang majalah atau isi kepala orang tunjukkan padamu, ya benar.. cantik itu "sakit". Kamu sibuk menahan diri untuk tidak makan malam, tapi kamu lupa untuk berolahraga. Kamu sibuk berlama-lama di salon, tapi kamu lupa berlama-lama di dapur bersama ibu. Kamu sibuk memilih baju yang tepat untuk jenis bentuk tubuhmu, tapi kamu lupa untuk belajar menjahit kancing bajumu yang lepas.

Seksi? Bagi saya, perempuan tidak berhak merasa seksi. Seksi itu kewajiban bagi perempuan. Kamu, perempuan, tak perlu susah-susah membebani diri tentang apa itu "seksi" di benak orang-orang. Belahan dadamu tak harus ditujukkan. Liuk tubuh "jam pasir"-mu tak perlu dibungkus kain tanpa rongga.

Bisa jadi dibalik jari-jemarimu yang "bantet" itu tersimpan "bumbu" bagi masakan lezat yang kau buat.
Bisa jadi pahamu yang banyak stretchmark-nya itu adalah bantal terempuk bagi kepala suami dan anak-anakmu.
Bisa jadi perutmu yang beradu "mancung" dengan toket itu tersimpan rahim yang akan "membawa" calon pemimpin hadir ke dunia.

Kamu cantik dan seksi bila kamu adalah kamu, perempuan.

Catatan: Kalau kamu pikir saya narsis, ya benar. Saya mencintai diri saya. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar