Gara-gara
saya mulai rutin lari semenjak akhir Mei lalu, rasanya sayang kalau ga diikuti
dengan pola hidup yang membaik. Coba diingat, seberapa sering kita makan junk food? Menghirup asap
kendaraan bermotor? Dan ingat pula seberapa jarang kita tidur sebelum larut
malam? Seberapa jarang kita minum air putih?
Mungkin bagi sebagian orang, lari untuk kesehatan,
walau kini banyak juga yang berlari demi eksistensi. Lalu saya?
Lari, bagi saya adalah media untuk menghalau galau
(halah). Semacam quality time
bersama diri sendirilah. Dan ini tipikal olahraga yang saya banget (baca:
egois). Hahahahahaaa kenapa? Karena
ga perlu nunggu ada orang yang mau lari. Kapanpun saya mau dan butuh, saya
tinggal melakukannya.
Gara-gara lari juga, saya sadar kalau selama ini
amat-sangat-jarang-banget minum air putih. Padahal selain buat mengganti cairan
tubuh yang hilang, kurang air putih bikin kulit jadi ga fresh. Huhuhuuu ga
pengen terlihat lebih tua gara-gara kulit ga kenceng. :(
Biar makin maksimal, asupan buah buat tubuh juga
diusahain tiap hari (walau sampai sekarang malesnya masih susah ilang). Bukan,
bukan males makan buah. Tapi males mengupas kulit, atau potong buahnya. Kalau
lagi di kantor sih, masih bisa beli di penjual rujak. Kalo lagi berakhir pekan
di rumah? Kembali ke niat. Pffft.
Mari ngejus!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar