Setiap
pagi, papi selalu mengirim bbm.
Udah sholat subuh?Tadi bangun jam berapa?Udah sarapan pagi?Hari ini mau kemana aja?
Pacar mana
coba yang se-perhatian itu?
Dulu,
setiap hari minggu.. papi dan anak perempuannya jalan pagi. Mengutip kuntum-kuntum
bunga tanjung yang baru berguguran diterpa angin tadi subuh, lalu dikumpulkan
ke dalam plastik. Untuk bikin minyak rambut. Biar harum.
Setiap
sebelum berangkat ke sekolah, papi yang mengikatkan rambut anak perempuannya.
Model ekor kuda yang sebelumnya diminyaki dulu biar rapi.
Tiap malam,
papi mengajarkan matematika kepada anak perempuannya. Papi yang hanya tamatan
SMA. Tapi sudah ada anak perempuannya yang menjadi sarjana.
Suatu
malam, papi mengirim bbm.
Bapakmu sudah tua. Rajin-rajinlah belajar.. masak untuk diri sendiri. Sangat memalukan anak perempuan tidak bisa masak untuk dirinya. Papi maunya mbak sebagai anak tertua harus sebagai role model sehingga adik-adik bisa mengikuti yang terbaik. Kita harus menata hidup dari pondasi yang kokoh dan kuat, sehingga ketika datang badai, tentu tidak akan roboh.
Papi selalu
berkata kepada anak perempuannya, “Segala sesuatu harus dicoba.”
Papi selalu
berkata kepada anak perempuannya, “Jangan pedulikan apa kata orang.”
Papi selalu
berkata kepada anak perempuannya, “Memohonlah selalu kepada Allah.”
Kepada anak
perempuannya yang sering membangkang. Kepada anak perempuannya yang sering
bikin jantungan. Kepada anak perempuannya jauh dari kata solehah.
Matahari terbenam.. hari mulai malamTerdengar burung hantu suaranya merduKuk kuk.. kuk kuk
Anak perempuannya
tidak pernah lupa suara fals papi yang menyanyikan lagu itu sewaktu kecil.
Anak
perempuannya tidak pernah lupa betapa telatennya papi menyemirkan sepatu
sekolah.
Anak
perempuannya tidak pernah lupa papi yang dengan rapinya menyampulkan buku tulis
di tiap tahun ajaran baru.
Selamat
ulang tahun, papi.
Biar anak
perempuanmu ini belum mampu memberimu bahagia, namun tidak alpa dalam memohon
kepada Allah agar memberi papi tempat di surga nanti.
Allahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa.
Aaamiiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar