5 Desember 2012

Papi dan Anak Perempuannya



Setiap pagi, papi selalu mengirim bbm.


Udah sholat subuh?
Tadi bangun jam berapa?
Udah sarapan pagi?
Hari ini mau kemana aja?


Pacar mana coba yang se-perhatian itu?

Dulu, setiap hari minggu.. papi dan anak perempuannya jalan pagi. Mengutip kuntum-kuntum bunga tanjung yang baru berguguran diterpa angin tadi subuh, lalu dikumpulkan ke dalam plastik. Untuk bikin minyak rambut. Biar harum.

Setiap sebelum berangkat ke sekolah, papi yang mengikatkan rambut anak perempuannya. Model ekor kuda yang sebelumnya diminyaki dulu biar rapi.

Tiap malam, papi mengajarkan matematika kepada anak perempuannya. Papi yang hanya tamatan SMA. Tapi sudah ada anak perempuannya yang menjadi sarjana.

Suatu malam, papi mengirim bbm.


Bapakmu sudah tua. Rajin-rajinlah belajar.. masak untuk diri sendiri. Sangat memalukan anak perempuan tidak bisa masak untuk dirinya. Papi maunya mbak sebagai anak tertua harus sebagai role model sehingga adik-adik bisa mengikuti yang terbaik. Kita harus menata hidup dari pondasi yang kokoh dan kuat, sehingga ketika datang badai, tentu tidak akan roboh.


Papi selalu berkata kepada anak perempuannya, “Segala sesuatu harus dicoba.”

Papi selalu berkata kepada anak perempuannya, “Jangan pedulikan apa kata orang.”

Papi selalu berkata kepada anak perempuannya, “Memohonlah selalu kepada Allah.”

Kepada anak perempuannya yang sering membangkang. Kepada anak perempuannya yang sering bikin jantungan. Kepada anak perempuannya jauh dari kata solehah.


Matahari terbenam.. hari mulai malam
Terdengar burung hantu suaranya merdu
Kuk kuk.. kuk kuk


Anak perempuannya tidak pernah lupa suara fals papi yang menyanyikan lagu itu sewaktu kecil.

Anak perempuannya tidak pernah lupa betapa telatennya papi menyemirkan sepatu sekolah.

Anak perempuannya tidak pernah lupa papi yang dengan rapinya menyampulkan buku tulis di tiap tahun ajaran baru.

Selamat ulang tahun, papi.
Biar anak perempuanmu ini belum mampu memberimu bahagia, namun tidak alpa dalam memohon kepada Allah agar memberi papi tempat di surga nanti.


Allahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa. 

Aaamiiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar