Ceritanya mau (sok) review singkat lagu-lagu
di e-mini albumnya Guih. Cekidot, yes!
Harus Bersamamu
Liriknya ringan.. jadi gendang telinga ga
bakal berotot. Oke, serius. Uhm, itu apa ya istilahnya.. ‘tap-tap-tap’ pas
genjreng gitarnya oke lah. Secara vokal, ada beberapa bagian yang pitch-nya
kurang terkontrol. Musik di bridge-nya lumayan enak.
Lepas Semua Rasamu
Liriknya ga usah dibahas lah ya.. secara
penulis gitu. Kalo diibaratkan makanan, lagu ini kayak kembang sari (itu lho,
jajanan jaman kecil dulu yang warnanya merah muda). Manis.
This Isn’t About Love
Semacam lagu yang renyah didengarkan
sambil ngayal di siang bolong.. apalagi kalo sambil minum air kelapa muda di
tepi pantai. Oke, mulai salah fokus. Ya gitu.. melodinya enak, walau ga bisa
dimakan. Dan yang paling penting, jangan sering-sering didengarkan. Isinya
bukan denotasi, jadi penyanyinya ga bakal tanggung jawab kalo nanti terjadi
apa-apa. Ya kan? Ya kaaannn???
Bebas
Nah, lagu yang ini agak beda. Sebenarnya
liriknya sedih lho.. sedih banget (tetesin insto ke mata). Tapi please,
dengerinnya jangan sambil joget selamat datang a la Hawaii. Secara musik, udah
pas lah ya. Secara vokal, ‘emosi’nya masih kurang berasa.
A Letter to None
The last but not the least.. ini lagu yang
galaunya maksimal. Ini bikinnya dari hati banget ya? (lap ingus ke baju Guih)
Dengerin sambil nyanyiin lagu ini baiknya sambil makan ramen super pedes.. biar
pas keselek, teriak FCUK YOU-nya total.
I said fcuk youFcuk what you have done to meFcuk you I can’t hate youFcuk you for this feelingFcuk you why I am still loving you
Udahan ah review tentang lagu-lagunya..
saya lebih cocok jadi asistennya Pak Bondan. Yang kupingnya belum nyicip
lagunya Guih, gigit-gigit lucu di sini ya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar