2 Juni 2012

Shave for Hope : Bald is Beautiful!

Membaca judul di atas.. apa bayangan kalian tentang apa yang ingin saya tulis?

Shave = mencukur (rambut kepala)
Hope  = Harapan
Shave for Hope = mencukur rambut untuk donasi uang yang akan disumbangkan ke Yayasan Pita Kuning – Community Child Cancer, juga memberi dukungan rasa kepada adik-adik kanker pasca kemoterapi.

Di Indonesia, 120 dari 1,000,000 anak menderita kanker. Jenis kanker pada anak yang paling umum adalah leukemia akut (35%) dan retinoblastoma (17,22%). Tingkat kejadian rata-rata leukemia akut adalah 4-4,5 / 100.000 anak / tahun dan untuk retinoblastoma adalah 1/15.000-20.000 kelahiran / tahun. 

Shave for Hope bertujuan untuk menunjukkan kepada anak-anak bahwa kehilangan rambut tidak harus dilihat sebagai hambatan yang mencegah mereka memerangi penyakit mereka dan mencapai impian mereka.

Tepat pada 27 Mei 2012 lalu Shave for Hope diadakan di Mall Gandaria City, dengan target 1000 shavees dan  saya termasuk di dalamnya (yang ikut dibotakin :p). Acara sejenis ini udah umum dilakukan di luar negeri, seperti di Amerika Serikat, Singapura, Australia, dll. Di Singapura, "Hair for Hope 2011" mendapat 4.238 shavees dengan donasi 2,3 Juta US$. Di Australia, "Shave for Leukimia" tahun ini sudah mendapat $8.903.443, dimana targetnya $15.795.000 dan sekarang sudah 56% dari tujuan.

Buat liat video anak-anak SD di Singapura yang berani botakin kepalanya buat dukung anak-anak pasien kanker, klik disini.

Buat liat video seorang gadis yang menjaring US$775 dengan mencukur botak kepalanya untuk penderita kanker, klik disini. Kurang lebih yang saya alami juga seperti itu, sayang ga bisa posting disini. 

Jauh hari sebelum mengikuti acara ini, saya sempat melempar pertanyaan "Dear guys, kalo gue ngebotakin rambut.. gimana pandangan kalian?" via bbm. Dan responnya beragam. Beberapa diantaranya:

Annisa Yolanda Iskandar : “gpp sih key,pake jilbab juga :D”

Jemima: “I think it’s better for you karena lo pasti lebih nyaman sih kan lo pake jilbab key,biar ga panas jugak  *haha* *alas an yang mudah*”

Joy: “Big NO! Karena rambut adalah mahkota perempuan. Meskipun tertutup oleh jilbab, menurut aku sih jangan dibotakin, mendingan dirapihin  atau dipendekin”

Chintya Herisa: “Wwkwkwkwkwwkw  bagus, I like it girl”

Bram Matius Hutagalung: “Saraap”

Ayu Purnama Sari: “Ya kalo kata gw si. klo lw ga pake jilbab ya key di sangkain org penyakitan,tp klo ga pake jilbab juga kadang di blng org trand baru atuu klo cakep di botakin tetep aja cakep jadinya”

Monica Ranti Intan: “Speechless :D”

Eqha Diah: “gpplahh :p”

Luluanti: “Seriusan?? Kalo menurut gue jangan key.. hehehe”

Vaza Nadia: “Ya ga masalah sih. Soalnya qw kan emng gila, jd udah wajar mnurut aku malah :|  

Well, this is my reason. :')
 
Acara Shave for Hope kemarin di organize oleh Asian Medical Students Association (AMSA) dan Evio Production.



Antusiasme para shavee



 




Booth tempat para shavee difoto sebelum dan sesudah dicukur


Para donatur yang mendonasikan sejumlah nominal uang...




Donasi dari PWC. Perempuan berkacamata ini merupakan seorang pasien kanker payudara.



Shavee cilik. Markus Keona Akili (kanan) mengajak orang tua, pengasuh, serta orang-orang sekitarnya untuk peduli pada anak penderita kanker.



Keo mendonasikan uang sejumlah Rp. 200juta yang berhasil ia galang.

Donasi rambut termahal oleh Bapak Agus Gunawan dari Young Presidents Organization sejumlah Rp.427juta + $300


Ada cerita seru dibalik rambut Pak Agus ini. Jadi beliau ini, merupakan orang yang sangat menyayangi rambutnya. Bahkan tiap menginap di suatu hotel, beliau selalu menanyakan apakah kamar yang dipesan memiliki hair dryer apa tidak. Kalo ga salah, pernah suatu hari beliau selesai mandi sehabis bermain tenis, dan mengeringkan rambutnya yang menyebabkan listrik di lokasi tenis tersebut padam. :p Namun karena rasa empatinya pada anak-anak penderita kanker, beliau bersedia untuk rambutnya dibotaki.

 
Donasi rambut termahal ini juga mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan topi putih yang sedang dipakai Pak Agus ini adalah pemberian Tompi.



Cecilia Vickend, seorang survival cancer yang turut mendonasikan sejumlah uang dari usahanya, Junkiee Shoes.

Sejumlah musisi turut memeriahkan acara Shave for Hope..





Seorang siswa dari SMI (Sekolah Musik Indonesia)



Siswa-siswi dari SMI (Sekolah Musik Indonesia
Kejadian lucu, bocah laki-laki (kedua dari kiri) sebelum tampil bernyanyi berteriak "I love you, daddy."


 





Penampilan Gamila (istri-nya Pandji) dan band




Pandji bersama Tompi dan band




Uncle Joe and friends




Penampilan dari The Clouds




Penampilan dari SAIA band




Para shavee yang sedang dicukur...



Bocah kecil lucu ini turut menjadi shavee bersama ayah dan dua abangnya
Pandji yang ikutan dibotakin


Setiap kepala para shavee ini dihargai Rp. 100ribu oleh sponsor dan alhamdulillah, perolehan yang didapat hari itu melebihi yang ditargetkan (Rp. 200 juta), yaitu sebesar Rp. 835.319.179,- + U$300.

Gimana rasanya jadi 'botak' ? Tunggu postingan berikutnya yaa.. ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar