24 Mei 2012

Saya, Stand Up Comedy, dan #Kemalicious

Tadi malam, saya menghadiri taping acara Stand Up Comedy Indonesia Session 2 yang diadakan Kompas TV di Usmar Ismail Hall, Kuningan. Sebagai penikmat stand up comedy, tentu acara seperti ini gak mungkin saya lewatkan. Apalagi idola saya sudah berada di 7 besar dari 13 finalis.

Ahmad Kemal Palevi, atau yang dikenal dengan Kemal Palevi, adalah si idola itu. Pertama kali saya melihat dia, bukan di pentas stand up comedy seperti ini, tapi di teater (2011). FYI, bang Kemal ini mahasiswa jurusan Teater di IKJ. Kalo ga salah, judul pementasan saat itu adalah “Pesta Para Pencuri” dan bang Kemal ini adalah anggota komplotan pencuri itu. :p

Sekitar pertengahan 2011, komedi dengan genre "stand up" ini merebak di Indonesia dan pionirnya antara lain adalah bang Radit dan om Pandji. Rajinlah saya mendatangi tempat-tempat yang mengadakan open mic. Salah satunya ketika itu di White Box CafĂ©, Menteng, dimana salah satu comic yang menjajakan materinya adalah si bang Kemal ini. Awalnya sebelum tahu namanya, saya merasa sangat familiar dengan wajah ini (kebetulan saya punya memori otak yang susah lupa akan gambar walau baru sekali melihat). Salah satu materi open mic-nya itu adalah ke restoran naik onta (tetep dengan label ‘Arab’nya).

Suatu hari, saya juga pernah ikutan taping acara Open Mic Metro TV gara-gara mau liat bang Acho. Ternyata disana bang Acho-nya bukan sebagai comic, tapi scriptwriter acaranya. :( Tapi ga masalah, saya jadi ketemu bang Ajis, Peppe, dan beberapa comic yang saya familiar dengan wajahnya. Ketika acara selesai dan akan keluar dari studio, saya melihat bang Kemal! Sepenglihatan saya, mukanya agak manyun gitu (dan bersumsi kalo dia bete ga dapet tampil untuk taping hari itu). Daripada penasaran sama ini orang, saya langsung search twitter-nya dan dapet!

Selama ini saya merasa bahwa orang yang lucu di dunia nyata, belum tentu lucu di twitter. Begitu juga sebaliknya. Jadi saya tidak menaruh ekspektasi tinggi bahwa di twitter dia bisa lucu juga. Ternyata saya salah kira. Gara-gara mainan #RONTIK-nya, saya malah jadi ketagihan. Dan gara-gara keseringan main #RONTIK, beberapa temen saya jadi penasaran dan jadi ikutan follow dia. *wink*

Hari berganti hari (ceilee), Kompas TV mengadakan kembali acara Stand Up Comedy dan ga  mengherankan si bang Kemal ini tentu saja masuk ke dalam jejeran finalisnya. Tapi diantara semua comic, bang Kemal itu punya aura yang ‘beda’ yang saya ga bisa jelaskan. Kalo soal lucu, comic lain juga ga kalah lucu sama dia. Tapi kalo mereka sedang berkumpul bersama di atas panggung, seolah spotlight cuma nyorot dia aja. Perpaduan antara ganteng, lucu, dan ‘aura’ inilah yang bikin banyak penonton jatuh hati sama dia. Pertama dulu follow bang Kemal, follower-nya baru sekitar 600 orang. Dan sekarang? Sudah 7000-an dan terus  bertambah. Bahkan, sudah punya fans club yang diberi nama #Kemalicious, yang juga sekarang terbagi-bagi dalam #Kemalicious daerah ini-itu.

Personally, bang Kemal ini tipikal orang yang konsisten. Ya, konsisten dengan ke-absurd-an nya dalam tiap penampilan. :p Cerdas dalam ‘menyetir’ kegalauan menjadi sesuatu yang lucu (#RONTIK). Baik hati (mau follow back saya :D), juga sensitif mengarah ke melankolis. Terlihat ketika dia ga dapat menahan air mata saat mas Imot harus close mic. Rejeki saya juga sih, bisa ngasih tissue buat hapus air matanya. Hihihihiii… (bahkan kalo nangis sampai ingusan, saya rela bang Kemal ngelap ingusnya di baju saya).

Penampilan bang Kemal semalam, ditambah tema yang ‘begitu’, sukses bikin saya giting bareng comic-comic yang kebetulan duduk di sebelah saya (bang Ajis, dkk).

Buat bang Kemal, maaf kalo saya suka ‘ganggu’ di twitter, juga lebay dan norak. Semoga bang Kemal selalu rendah hati dan ga cepat puas dengan apa yang didapatkan sekarang. Saran saya, bang Kemal lebih cocok jadi aktor ketimbang vokalis. :p
Semoga 1 September nanti bisa bikin seisi Pekanbaru (kampung halamanku) sakit perut gara-gara kelucuanmu, bang. :*

Buat yang mau kepo, klik disini buat baca blog-nya bang Kemal (walau jarang posting).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar