Tadi malam, saya menghadiri taping acara
Stand Up Comedy Indonesia Session 2 yang diadakan Kompas TV di Usmar Ismail
Hall, Kuningan. Sebagai penikmat stand up comedy, tentu acara seperti ini gak
mungkin saya lewatkan. Apalagi idola saya sudah berada di 7 besar dari 13
finalis.
Ahmad Kemal Palevi, atau yang dikenal
dengan Kemal Palevi, adalah si idola itu. Pertama kali saya melihat dia, bukan
di pentas stand up comedy seperti ini, tapi di teater (2011). FYI, bang Kemal
ini mahasiswa jurusan Teater di IKJ. Kalo ga salah, judul pementasan saat itu
adalah “Pesta Para Pencuri” dan bang Kemal ini adalah anggota komplotan pencuri
itu. :p
Sekitar pertengahan 2011, komedi dengan
genre "stand up" ini merebak di Indonesia dan pionirnya antara lain adalah bang
Radit dan om Pandji. Rajinlah saya mendatangi tempat-tempat yang mengadakan
open mic. Salah satunya ketika itu di White Box Café, Menteng, dimana salah
satu comic yang menjajakan materinya adalah si bang Kemal ini. Awalnya sebelum
tahu namanya, saya merasa sangat familiar dengan wajah ini (kebetulan saya
punya memori otak yang susah lupa akan gambar walau baru sekali melihat). Salah
satu materi open mic-nya itu adalah ke restoran naik onta (tetep dengan label ‘Arab’nya).
Suatu hari, saya juga pernah ikutan taping
acara Open Mic Metro TV gara-gara mau liat bang Acho. Ternyata disana bang
Acho-nya bukan sebagai comic, tapi scriptwriter acaranya. :( Tapi ga masalah, saya jadi ketemu bang
Ajis, Peppe, dan beberapa comic yang saya familiar dengan wajahnya. Ketika
acara selesai dan akan keluar dari studio, saya melihat bang Kemal!
Sepenglihatan saya, mukanya agak manyun gitu (dan bersumsi kalo dia bete ga
dapet tampil untuk taping hari itu). Daripada penasaran sama ini orang, saya
langsung search twitter-nya dan dapet!
Selama ini saya merasa bahwa orang yang
lucu di dunia nyata, belum tentu lucu di twitter. Begitu juga sebaliknya. Jadi
saya tidak menaruh ekspektasi tinggi bahwa di twitter dia bisa lucu juga.
Ternyata saya salah kira. Gara-gara mainan #RONTIK-nya, saya malah jadi
ketagihan. Dan gara-gara keseringan main #RONTIK, beberapa temen saya jadi
penasaran dan jadi ikutan follow dia. *wink*
Hari berganti hari (ceilee), Kompas TV
mengadakan kembali acara Stand Up Comedy dan ga
mengherankan si bang Kemal ini tentu saja masuk ke dalam jejeran
finalisnya. Tapi diantara semua comic, bang Kemal itu punya aura yang ‘beda’ yang
saya ga bisa jelaskan. Kalo soal lucu, comic lain juga ga kalah lucu sama dia.
Tapi kalo mereka sedang berkumpul bersama di atas panggung, seolah spotlight cuma
nyorot dia aja. Perpaduan antara ganteng, lucu, dan ‘aura’ inilah yang bikin
banyak penonton jatuh hati sama dia. Pertama dulu follow bang Kemal,
follower-nya baru sekitar 600 orang. Dan sekarang? Sudah 7000-an dan terus bertambah. Bahkan, sudah punya fans club yang
diberi nama #Kemalicious, yang juga sekarang terbagi-bagi dalam #Kemalicious
daerah ini-itu.
Personally, bang Kemal ini tipikal orang
yang konsisten. Ya, konsisten dengan ke-absurd-an nya dalam tiap penampilan. :p
Cerdas dalam ‘menyetir’ kegalauan menjadi sesuatu yang lucu (#RONTIK). Baik
hati (mau follow back saya :D), juga sensitif mengarah ke melankolis. Terlihat
ketika dia ga dapat menahan air mata saat mas Imot harus close mic. Rejeki saya
juga sih, bisa ngasih tissue buat hapus air matanya. Hihihihiii… (bahkan kalo
nangis sampai ingusan, saya rela bang Kemal ngelap ingusnya di baju saya).
Penampilan bang Kemal semalam, ditambah
tema yang ‘begitu’, sukses bikin saya giting bareng comic-comic yang kebetulan
duduk di sebelah saya (bang Ajis, dkk).
Buat bang Kemal, maaf kalo saya suka ‘ganggu’ di
twitter, juga lebay dan norak. Semoga bang Kemal selalu rendah hati dan ga cepat
puas dengan apa yang didapatkan sekarang. Saran saya, bang Kemal lebih cocok
jadi aktor ketimbang vokalis. :p
Semoga 1 September nanti bisa bikin seisi Pekanbaru (kampung halamanku) sakit perut gara-gara kelucuanmu, bang. :*
Buat yang mau kepo, klik disini buat baca blog-nya bang Kemal (walau jarang posting).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar