20 November 2013

Ga lagi-lagi deh...



Fiuh...

Tanpa terasa kita udah di bulan kedua terakhir menuju 2014. Masih banyak cita-cita yang belum kesampaian, namun alhamdulillah urusan tesis tinggal menunggu jadwal sidang keluar. Walau rada plong, tetep aja urusan di kantor malah makin padet. Ya namanya juga menjelang akhir tahun.

Sebagai anak muda yang kelewat aktif, saya punya slogan “Jangan sampai kerjaan dan kuliah mengganggu acara jalan-jalan!” dan bulan lalu saya baru saja mendaki Gunung Merbabu. Ceritanya panjang dan ada beberapa “drama” yang terjadi. Yang pasti fun, kenyang (karena selama di Yogya ditraktir mulu), dan kulit muka terbakar parah!

Pendakian kali kemaren ga ada persiapan khusus sih, bahkan beberapa peralatan statusnya “pinjeman” dan hal penting malah terlupakan: SUNBLOCK. Biar gunung itu hawanya dingin, justru kita seringnya ga sadar dengan paparan sinar matahari yang lebih dekat dibanding biasanya. Untunglah seorang teman membawa sunblock yang penggunaannya disemprotkan ke kulit (kalau ga salah mereknya Beach Hut) dan sayangnya, efeknya bikin wajah saya yang berminyak ini semakin oily.

Sekembalinya ke Yogya, kita pada berpencar dan menghabiskan waktu dengan muter-muter kota Yogya. Dan Yogya hari itu panasnya naudzubillah.. AC mobil ga mempan! Saya meleleh (literally). Karena ga mau menyia-nyiakan waktu, semuanya pada bodo amat sama panasnya Kota Yogya. Mulailah kita nenen di Kalimilk, lanjut ke Benteng Vrederburg. Sayangnya saat itu hari senin, jadi tutup, dan setelah (berjemur) menunggu beberapa teman, kita lanjut berjalan kaki dari Kantor Pos ke Taman Sari. Setelah foto-foto, kita langsung kembali ke tempat tadi memarkirkan mobil karena keberangkatan kereta kembali ke Jakarta ga bisa ditunda.

Sekembalinya ke Jakarta, barulah saya sadari: tekstur kulit muka jadi kasar dan warnanya memerah. Kyaaa.. rasanya ga sanggup lihat wajah sendiri. Butuh sekitar seminggu untuk mengembalikan kulit wajah saya seperti sebelum berangkat. Karena kulit saya memang agak sensitif, jadinya ga berani dimacem-macemin dan yang pasti.. ga mau lagi kena sengatan sinar matahari tanpa sunblock. Jadilah saya berangkat ke kantor cuma dengan whitening day cream-nya Wardah plus sunblock merek Parasol (warnanya & teksturnya mirip foundation). Air putih itu wajib dan juga biar bibir ga kering, untuk penggunaan harian saya pakai Maybeline Smoothing Cherry sebagai lip balm.

Saya bukan termasuk konsumen yang loyal atas produk tertentu sih. Jadi isi meja rias saya terdiri dari banyak merek kosmetik, baik lokal maupun internasional. Kalau sekali coba langsung ngerasa cocok, biasanya saya stay di produk itu. Kalau pun ganti, biasanya atas rekomendasi teman.

Untuk mencuci muka, pilihan saya jatuh ke Garnier Light Facial Wash karena selain harganya murah, foam-nya lembut dan ga bikin kulit kering. Sebelumnya saya pernah mencoba beberapa produk facial wash, namun seringnya merasa ‘kurang foam’ atau bikin kulit jadi kering banget. Dan gara-gara sunburn ini, saya jadi ga males-malesan lagi pake krim malam. Soalnya biasanya kalau udah kecapekan pulang dari kantor, bisa langsung ketiduran di atas kasur. Karena kesibukan, krim malam jadi andalan saya buat menjaga kulit wajah biar terlihat segar. Sama seperti whitening day cream, untuk night cream saya pakai produknya Wardah juga. Alhasil kulit yang terkena sunburn itu perlahan-lahan mengelupas dan kondisi kulit wajah membaik.

Next trip ga lagi-lagi deh pakai acara kelupaan sunblock. Ah, ga sabar melompat ke Desember buat menikmati pantai-pantai di Belitung!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar