Akhir-akhir ini saya sering merasa terganggu dengan orang-orang di sekitar saya. Saya sering menjadi cepat tersinggung. Sering tiba-tiba emosian sendiri akibat sesuatu yang sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi cuma persoalan sepele. Sering merasa tidak di-'dengar'. Sering merasa kalau mereka mendikte saya. Dan semuanya membuat saya merasa 'ga guna'.
Menelaah lebih lanjut, saya tertampar oleh satu hal: Sebenarnya saya iri pada mereka! Saya iri dengan banyak pengetahuan yang mereka ketahui. Saya iri pada mereka yang memiliki banyak teman yang menyenangkan.
Sejujurnya saya ingin mereka menghargai apa yang saya tahu. Menyadari kehadiran saya. Mendengar apa yang saya ucapkan. Menerima saran yang saya berikan. Dan TIDAK menyalahkan saya atas apa-apa yang terjadi.
***
Saya lupa kapan tepatnya saya ketiduran. Bangun-bangun, ternyata udah jam setengah dua pagi dan kamar saya terlihat seperti Titanic yang baru saja menabrak gunung es. Baju, buku, dan tas bergelimpangan dimana-mana. Saya teringat pakaian yang udah saya rendam, dan belom dicuci. Beres-beres, dan saya tidak tahu lagi mau ngapain. Saya putarlah CD bonus dari sebuah majalah musik edisi bulan ini untuk menemani waktu yang berasa amat sepi ini.
Lalu, saya teringat percakapan via telepon senja tadi with my mommy. She told that dia ga jadi nemenin saya menghadapi UAS ntar. Sedih. Dan saya kembali iri dengan teman-teman saya yang sering dikunjungi ibunya. Alasannya, my bokap bilang kalo kita lagi butuh duit. Adek gue mau pasang kawat gigi. InsyaAllah bonyok berangkat haji tahun ini dan pastinya butuh biaya buat yang ditinggalkan. Belom lagi gue, tiga bersaudara, bersekolah di swasta semua.
Uang, uang, dan uang. Saya bosan harus selalu bermasalah dengan dia. Padahal saya tidak pernah mempermainkannya, apalagi membuangnya begitu saja. Walaupun income minim, saya tetap berusaha menjaganya di dalam kaleng agar tak sesuatu pun yang dapat mengganggu. Dan sialnya, tiap saya sedang ujian, selalu di akhir bulan dimana dompet saya dalam keadaan sakaratul maut dan itu cukup mengganggu konsentrasi belajar saya. Oh uang, berdamailah dengan saya..
Bumi yang disakiti, dan saya yang kena dampaknya (baca: kegerahan). Mandi ah, terus sholat terus belajar terus ikut seminar terus kuliah. See you later!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar